RSS
Facebook
Twitter

Kamis, 31 Desember 2009

Kaum Perantau

Sebenarnya tak harus dipersalahkan siapa dan kenapa kita merantau.
setiap suku di bagian belahan dunia ini mulai menyadari arti menjadi kaum perantau. demikian pula dengan wajah asri suku bangsa ini, Indonesia. Suku-suku rapih berjejar dan setiap kaum dari mereka bergegas pergi mencari arti. Kaum perantau menjadi simbol atau setidaknya wajah atas bumi dimana dia pernah bermain ketika kecil. bermain dengan alam dan angin yang paling santun baginya. Ada satu hal yang jauh lebih penting dari sekedar kemaha indahan geografis. Untuk sekedar membangun kesadaran bersama, bahwa setiap manusia yang merasakan hidup di bumi, maka dia adalah kaum perantau. Manusia merantau dari tempat paling indah di jagad ini, Syurga. Karakter untuk menjadi dan menyiapkan oleh-oleh untuk kampung harus disiapkan dengan sungguh-sungguh. Jangan diremehkan...jangan sampai kita kehabisan oleh-oleh. Mengerikan jadinya jika itu terjadi sebab tak ada lagi kesempatan. Dunia adalah tempat dimana saat ini kita sedang merantau, hati-hatilah dengan dunia, sungguh berhati-hatilah kawan, setetes air mata ini sangat berarti. ayo sesama kaum perantau kita saling mengingatkan, walau tidak sedikit dari kita enggan diingatkan. Ingatkanlah mereka yang belum ingat, andai mereka tau maksud baik hati tentu mereka akan berterimakasih tiada terkira. Demi masa depan kaum perantau..........

0 komentar:

  • Blogger news

  • Blogroll

  • About