RSS
Facebook
Twitter

Jumat, 20 November 2009

Berprestasi sebagai prinsip

Karena sebatas angan, sehingga prestasi seolah hanya milik mereka, milik dia, milik kamu, dan milik-milik yang lain di luar aku. Apa salah "aku" hingga kemudian tak hendak bercengkrama dengan prestasi. bisa jadi angan akan prestasi terlampau melangit.
melayang tinggi diatas awan, atau ekspektasi prestasinya begitu rumit bagai benang kusut terlilit kawat berbalut kain di tengah anyaman pula. klausul-klausul demikian tidak semestinya terjadi sebab prestasi adalah solusi, prestasi adalah kemanfaatan. bilakah mampu menjadikan prestasi sebagai prinsip, prestasi sebagai nafas, tentu setiap detiknya tak akan tertinggal dari alam bawah sadar. prestasi tidak harus jauh dan mahal. prestasi itu sederhana dan dekat. Bukan hal mustahil jika berprestasi sebagai prinsip, maka setiap individu akan memiliki karakakter untuk selalu berkualitas.

0 komentar:

  • Blogger news

  • Blogroll

  • About