RSS
Facebook
Twitter

Rabu, 22 Juli 2009

Garuda Pancasila

Belum, sama sekali belum tentu paham. Kadar dan keunggulan tidak jarang jadi pembatas. Ada fatamorgana yang mengharu biru, termasuk didalamnya pengartikulasian Pancasila. Budaya bangsa dan kearifan lokal merupakan buah pikir pendahulu yang tentu tidak sederhana dan tak elok disederhanakan. Sementara rejeki kemerdekaan dan kemajuan peradaban Dia arsiteknya. Ukurannya sudah sesuai kadar, lantaran kurang saja makanya bertarung dengan taring. Kalau saja paham, sadar, dan atau eling seyogyanya gemah ripah loh jinawi akan mewakili negeri berseri ini. Membangunya bukan dengan nada, tapi layak dengan intonasi yang seirama. Polos,lugu atau kaku? entahlah. Sepertinya bibir ini tersisa untuk meringis kalau sempat mungkin juga menangis sekedar mengais. Benar sekali aku ingin sekali mengais sisa-sisa persatuan bangsa ini dengan garuda pancasila yang kukira layak disertakan. Dia lebih tau sementara aku sebatas berusaha untuk tau dan terus ingin tau arti sebuah kebenaran, bukan pembenaran untuk peradaban berbudaya.

0 komentar:

  • Blogger news

  • Blogroll

  • About