RSS
Facebook
Twitter

Rabu, 24 Juni 2009

Toleransi Bergaransi

Walau tak harap berandai-andai, tiba pula tercetus. Tanggungjawab dan representasi good job yang musnah meski tak hingga terbakar habis. Andai tiap kepala bertanggungjawab akan seluruh komponen tubuhnya, aman kirannya. Andai setiap kepala keluarga bertanggungjawab terhadap keluarganya, damailah. Andai setiap kepala RT bertanggungjawab terhadap tetangganya, suka ria-ria adanya. Andai setiap kepala RW bertanggunjawab akan wilayahnya, amboi nikmatnya. Andai setiap kepala desa bertanggungjawab akan desanya, niscaya bahagia. Andai setiap camat bertanggungjawab terhadap kecamatannya, rasanya sejahtera. Andai setiap bupati bertanggungjawab akan kabupatenya, riuh ramai gendang soraknya. Andai setiap gubernur bertanggungjawab akan propinsinnya, aduhai tak ada lapar menjemput, Andai presiden bertanggungjawab pada negaranya, pastilah jaya berabad-abad lamanya.ternyata banyak tanggungjawab tak salah tugas hanya salah tempat, ketika presiden bertanggungjawab penuh terhadap keluarganya, maka gendang gendut tali kecapi, dahsyatnya kelurga itu, seantero negeri tak khayal bertaubat. Namun lain hal ketika seorang kepala RT memaksakan diri bertangggungjawab akan negaranya, rembesanya tak kuasa berderai-derai, semangatnya berandai-andai terseok-seok tanpa ujung, bisa jadi hatinya hancur lebur berkeping-keping. Ya sesederhana itu mewujudkan "Negara Maju yang Adil dan Beradaab".Sehingga mengatasi kemiskinan itu tidak membuat otak lenyap, sementara kaya miskin itu penyeimbang alam. karakter entitas dan jiwa integritas menjadi kunci nyata realisasi setiap desain peradaban. Lentur, berakar kuat, dan tumbuh dengan toleransi bergaransi.

0 komentar:

  • Blogger news

  • Blogroll

  • About