Kerangka berpikir tentang kehidupan, tidak bisa lepas dari satu konsep mutlak. Sebuah konsep induk yang menjadi inti dari tatanan yang ada. Ibarat kincir angin, maka bilah kipasnya laksana kehidupan yang terus bergerak secara dinamis, sementara harus ada poros utama yang dia tetap bergerak, tetapi diam di ditempatnya. Keberadaan poros menjadi wajib karena tanpa poros maka tak akan ada bilah yang bergerak selaras. begitu juga kehidupan, tanpa satu poros yang diyakini, maka kehidupan ini akan berantakan/ malah hancur.
Konsep Tuhan menjadi satu kepastian, tanpa konsep Tuhan, mustahil akan ada kehidupan. Tantangan hari ini bagi kehidupan manusia adalah, bagaimana mengembalikan pada konsep Tuhan yang benar. Karena pada usaha manusia mencari titik titik poros kehidupan, manusia kemudian seolah menemukan Konsep Tuhan dalam kesesatanya masing-masing. Ada yang menjadikan harta/ ekonomi sebagai Tuhan, ada yang menjadi kekuasaan/ politik sebagai Tuhan, ada yang menjadi adat istiadat nenek moyang/ kehormatan/ nilai sebagai Tuhan,ada yang menjadikan Ilmu sebagai Tuhan, dll. Ada juga yang merasa tidak perlu tuhan, karena merasa dirinya bisa hidup dengan kemampuan dirinya sendiri, bisa jadi dia sedang mentuhankan dirinya sendiri (ateis).
Konsep Tuhan menjadi poros seluruh kehidupan. Konsep Tuhan menjadi inti dari konsep manusia, konsep ilmu, konsep hidup, konsep dunia, dan konsep nilai. Penjabaran secara sederhananya sebagai berikut:
1. Pemahaman mengenai konsep manusia dan konsep ilmu dapat melahirkan ilmu pendidikanHal ini menegaskan bahwa semua hal terkait dengan ilmu pengetahuan menjadi konsentrasi manusia (bukan hewan atau tumbuhan). Manusia sangat berkepentingan terhadap ilmu pengetahuan. sehingga manusia yang sudah memiliki ilmu pengetahuan apapun ilmunya kemudian juga berkepentingan mengajarkanya kepada manusia lain. Proses transfer pengetahuan ini yang kemudian dikatakan sebagai pendidikan. Manusia pertama dididik langsung oleh Allah SWT. Allah SWT tetaplah menjadi pendidik utama bagi kehidupan alam raya ini. Penjelasan ini pada akhirnya menerangkan bawah siapapun yang ingin mendidik manusia (pendidik), maka wajib juga mengetahui detil tentang konsep manusia (psikologi, antropolgi, sosiologi, geogrrafi, dll).
2. Pemahaman mengenai konsep ilmu dan konsep hidup dapat melahirkan ilmu pengetahuan dan teknologi
Manusia yang terlahir diatas muka bumi ini akan berusaha bertahan hidup. Secara sederhana dia akan menyelematkan diri dari kondisi lapar, haus, dingin, panas, dll. Usaha untuk bertahan hidup ini menuntut sebuah usaha. Manusia mulai menggunakan indra dan akalnya untuk merespon lingkungan. bisa jadi dengan melihat fenomena hewan dan tumbuhan, lalu dipikirkan (belajar). Manusia dengan cepat belajar dari alam yang kemudian melahirkan peradaban yang semakin maju dan canggih. Manusia terus berusaha mencapai pengetahuan terbaiknya dalam usaha membuat hidup lebih nyaman. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi inilah yang kemudian lahir atas konsekwensi dari usaha bertahan hidup dan ilmu yang dimiliki.
3. Pemahaman mengenai konsep hidup dan konsep dunia dapat melahirkan ilmu ekonomi
Usaha bertahan hidup yang terus mengalami kemajuan memberi dampak besar terhadap perkembangan peradaban manusia. Tidak hanya di satu daerah, tetapi menyeluruh ke seluruh penjuru dunia. Setelah manusia memenuhi kebuthuhanya, kemudian manusia berkeinginan untuk hidup lebih terhormat dari sebelumnya. Selain itu juga manusia berpikir untuk lebih efektif, lalu berkembang lagi menjadi lebih efisien. kebutuhan-kebutuhan itulah yang pada akhirnya memunculkan konsep baru. Usaha memenuhi kebutuhan manusia yang relatif tidak terbatas dengan adanya sumber daya alam (dunia) yang dianggap terbatas oleh manusia ini melahirkan konsep ekonomi.
4. Pemahaman mengenai konsep dunia dan konsep nilai dapat melahirkan ilmu politik
Semakin bertambahnya manusia diatas muka bumi memiliki dampak pada semakin banyaknya model ilmu dan pemikiran yang berkembang. Interaksi satu budaya/adat dengan budaya/adat lain, satu kekhasan daerah dengan kekhasan daerah lain. Bertemu pula satu kekuasaaan dengan kekuasaan yang lain. Akibat pertemuan ini ada yang menyebabkan pertumbuhan yang lebih baik, tapi ada juga yang menimbulkan kehancuran pada salah satu atau keduanya. Perbedaan nilai antar suku/ ras mendorong saling adu pengaruh. Inilah kenapa bercampurnya peradapan di dunia terhadap nilai dari masing-masing, menimbulkan ilmu politik. Ilmu politik ini pada dasarnya adalah ilmu bagaimana memenangkan sebuah nilai
5. Pemahaman mengenai konsep nilai dan konsep manusia dapat melahirkan ilmu hukumManusia adalah aktor/ pelaku utama kehidupan. Manusia menjadi subyek dari keberlangsungan kehidupan. Perbedaan nilai yang berkembang dan sebaran manusia mendorong terciptanya satu hal yang bisa menjadi acuan bersama sehingga kehidupan bisa tetap seimbang. Tidak lagi ada pemaksaan terhadap hak-hak orang lain. Maka munculnya istilah hukum yang menjadi standar kesepakatan dalam mengelola hak dan kewajiban dalam berkebidupan.
Kelima konsep diatas bisa berkembang dan terus bercabang sesuai dengan kemapuan manusia dalam bernalar. Tetapi semua konsep tersebut akan berjalan dengan benar dan baik apabila terhubung dengan porosnya yaitu konsep tuhan yang dalam hal ini adalah Allah SWT.
Hakekat Manusia
Penciptaan manusia melalui beberapa proses yaitu proses perkembangan nutfah lalu proses kelahiran. Terlahirnya manusia di muka bumi, sesungguhnya telah Allah SWT bekali. diantaranya bekal unik manusia al; sidik jari, kalbu, lidah, akal.
Dalam pandangan Islam, manusia terdiri atas jiwa (ruh) dan raga (jasad). Ruh manusia terdiri dari 'aql, qalb, An-Nafs, dan ruh. Ruh inilah yang menjadi hakekat dari manusia. nilai manusia diukur dari kualitas ruhnya, sementara jasad manusia berfungsi sebagai kendaraan untuk jiwa (ruh). maka sesungguhnya penyakit ruh lebih berbahaya daripada penyakit jasad.
Manusia kemudian diharapkan menjadi sosok insan kamil dengan 3 langkah yaitu; membersihkan jiwa (takhali), memperindah jiwa (tahali), dan menyambung jiwa (tajali). Manusia dengan segala yang telah Allah karuniakan tersebut, sudah menjadi keharusan untuk memiliki kesadaran akan besarnya hutang kepada ALlah SWT. Untuk itu, manusia butuh melakukan tugas-tugas dimuka bumi, sebagaimana yang Allah SWT perintahkah.
Tugas manusia di muka bumi al;
1. Beribadah kepadaNya,
2. Menjadi khalifah,
3. Memakmurkan bumi
Untuk mampu mengerjakan tugas-tugas sebagai manusia, maka dirinya memerlukan motivasi. Dan Allah SWT juga menyediakan sumber motivasi tersebut, diantaranya: Sholat, puasa, dzikrullah, lillah. Hal yang menarik dari sumber motivasi tersebut adalah bahwa Allah SWT memberikan kewajiban beribadah yang mana kewajiban tersebut merupakan sumber motivasi agar manusia tetap bertahan. Subahanallah, betapa Maha sayangnya Allah SWT terhadap manusia. Memerintahkan sesuatu yang pada akhirnya perintah itu ternyata adalah juga sumber kekuatan (motivasi) bagi manusia.
Manusia yang insan kamil ini adalah sosok sholih yang mushlih, dan sosok sholih yang mushlih ini akan menjadi model/ contoh dalam:
1. Menguatkan keluarga
2. Menguatkan manusia dengan manfaat
3. Merawat bumi dari ketidakseimbangan
Islam sangat menekankan pada banyaknya amal. Dan nilai pahala diukur dari banyaknya amal kebajikan.
Pentingnya amal dalam Perspektif Islam ini mendorong perlunya diperhatikan hal-hal terkait kualitas amal.
1. Sebelum seorang muslim beramal, maka dia wajib berilmu
2. Sebelum seorang muslim berilmu, maka dia wajib beradab
3. Sebelum seorang muslim beradab, maka dia wajib beriman
Tidak akan bermanfaat amal seseorang (dalam Islam), hingga terlebih dahulu dia berilmu, beradab, dan yang utama adalah dia beriman. malah, kategorinya sia-sia amal seorang tanpa iman kepada Allah SWT. Untuk menjaga kualitas amal, wajib dimulai dengan menjaga kualitas ilmu (belajar). Bertahan dalam menuntut ilmu dan sadar serta sabar dalam proses menuntut ilmu (adab). Menghormati setiap proses belajar dengan sadar. menurut
Adab lebih utama daripada ilmu. Adab dalam hal ini dimaknai sebagai kemampuan menempatkan diri secara proporsional dalam keberadaanya. Adab tidak hanya untuk berinteraksi dengan manusia, tetapi juga terhadap segalanya ( Allah, lingkungan dan alam). Adab melingkupi disiplin 'aql, qalb, dan jasad. Adab yang tertanam dengan bagus akan membawa pada proses pendidikan (belajar) yang juga bagus. Pendidikan sendiri oleh Syed Naqiub Al Attas dijelaskan sebagai Ta'dib yang kemudian di detilkan dalam 3 hal yaitu ta'lim, tadris, dan tarbiyah. Dari sini dapat dipahami bahwa sejatinya seorang pendidik itu harus beroerientasi pada lahirnya adab pada murid-muridnya.
Pentingnya amal dalam Perspektif Islam ini mendorong perlunya diperhatikan hal-hal terkait kualitas amal.
1. Sebelum seorang muslim beramal, maka dia wajib berilmu
2. Sebelum seorang muslim berilmu, maka dia wajib beradab
3. Sebelum seorang muslim beradab, maka dia wajib beriman
Tidak akan bermanfaat amal seseorang (dalam Islam), hingga terlebih dahulu dia berilmu, beradab, dan yang utama adalah dia beriman. malah, kategorinya sia-sia amal seorang tanpa iman kepada Allah SWT. Untuk menjaga kualitas amal, wajib dimulai dengan menjaga kualitas ilmu (belajar). Bertahan dalam menuntut ilmu dan sadar serta sabar dalam proses menuntut ilmu (adab). Menghormati setiap proses belajar dengan sadar. menurut
Adab lebih utama daripada ilmu. Adab dalam hal ini dimaknai sebagai kemampuan menempatkan diri secara proporsional dalam keberadaanya. Adab tidak hanya untuk berinteraksi dengan manusia, tetapi juga terhadap segalanya ( Allah, lingkungan dan alam). Adab melingkupi disiplin 'aql, qalb, dan jasad. Adab yang tertanam dengan bagus akan membawa pada proses pendidikan (belajar) yang juga bagus. Pendidikan sendiri oleh Syed Naqiub Al Attas dijelaskan sebagai Ta'dib yang kemudian di detilkan dalam 3 hal yaitu ta'lim, tadris, dan tarbiyah. Dari sini dapat dipahami bahwa sejatinya seorang pendidik itu harus beroerientasi pada lahirnya adab pada murid-muridnya.



0 komentar:
Posting Komentar