RSS
Facebook
Twitter

Kamis, 27 Agustus 2020

Cerdas dan Muslim Kaffah




           Orang cerdas dimaknai sebagai orang/ individu yang merasa berhutang kepada Allah SWT. Dalam Islam, semakin cerdas orang itu ditandai dengan semakin baik akhlaqnya. 

Bagaimana membangun budaya belajar pada umat Islam?
- Keunggulan/ kekuatan barat hari ini adalah bahwa mereka memiliki modal dan menguasai teknologi. hal tersebut memudahkan peradaban barat menjadi penguasa.  Sementara umat Islam hari ini, sangat tertinggal hampir disemua bidang, terutama dalam penguasaan ekonomi dan teknologi, dan juga perkembangan pendidikan. Jika ingin melalukan perbaikan dalam budaya belajar, maka yang harus dilakukan adalah mengajarkan pelajar-pelajar muslim untuk berpikir level tinggi. Karena dengan kemampuan berpikir level tinggi, akan dapat mengasah daya nalar. termasuk berpikir kreatif, solutif, dan inovatif.
- Pelajar muslim jangan hanya mencukupkan pada belajar teks dari agama saja, tetapi harus lebih jauh yaitu belajar membaca narasi pada teks-teks agama ( Al-Qur'an dan Hadits). Narasi dapat diartikan membuat tahapan berpikir.

            
        Ilmu pendidikan hakekatnya merupakan ilmu tentang bagaimana membentuk manusia. Mencetak orang menjadi mencintai ilmu dan mencintai kekayaan. Individu yang sudah terbentuk dan memiliki fikrah keislaman yang bagus, maka ibarat anak panah,  dia sudah siap diluncurkan kemana saja sesuai misi Islam. Sebagai contoh, secara umum untuk menjadi Presiden itu dilakukan melalui jalur Politik . Tetap ada beberapa cara yang tidak umum, yang juga dapat di lalui. misal, melalui jalur militer, atau jalur ekonomi, atau jalur prestasi lain yang pada intinya dapat menarik perhatian para pengambil keputusan. Pada akhirnya, jika sang calon presiden ini tidak memiliki kekuatan secara mandiri, maka posisi incaranya itu (kursi presiden/ kekuasaan) akan tetap menjadi semacam kue bancakan bagi para penyokong dibelakangnya yang harus mendapat bagian atas kontribusi keterlibatanya tersebut.

             Meskipun umat Islam hari berada pada kondisi yang kalah dalam banyak hal, tetapi demikian penting bagi para pendidik harus tetap mengajarkan bagaimana berpikir menang, meskipun nyatanya sedang kalah. Beberapa hal berikut penting untuk menjadi catatn:

1. Bahwa pendidikan itu memiliki korelasi terhadap perkembangan ekonomi
2. Bahwa fungsi AL-Qur'an itu sejatinya menguatkan/ membenarkan akal
3. Bahwa fungsi pendidikan yang benar itu adalah yang mengaktifkan akal
4. Bahwa ternyata rata-rata kemampuan/ score siswa MI masih dibawah sekolah umum (menurut hasil PISA)


Apa yang disebut sebagai muslim Kaffah?

Makna kaffah itu lengkap atau paripurna. Ibnu Katsir menjelaskan sebagai individu yang mengakkan seluruh cabang-cabang iman.  
Imam Baihaqi menyusun 77 list cabang iman. Dalam hadits lain ada 60 - 70 cabang iman. Artinya, seorang muslim kaffah itu adalah individu yang dalam dirinya sudah terbiasa dengan 77 praktek keimanan.


Bagaimana memahami Al-Qur'an lebih dalam (tak cukup hanya teks)?
           Al-Qur'an dapat dilihat dari 2 sudut pandang yaitu dari turunya ayat dan dari tertib ayat. Dari turunya ayat, kita bisa mengenal ayat makkiyah dan Madaniyah. Dimana masing-masing ayat memiliki spesifikasi fungsi yang berbeda. 
            Ayat atau surat Makkiyah itu berisi/ menerangkan kebiasan berpikir mendalam, konsep-konsep inti keimanan.  Makkiyah awal: Tauhid, penciptaan, manusia, adab, alam dunia, hari akhir.
Makkiyah akhir : Kenabian, ilmu, agama, ibadah, kebenaran, kebaikan, kebahagiaan. Pemahaman yang tepat terhadap konsep ini akan menjawab pada kecintaan kepada Allah SWT dan merasa aman. Memiliki ras berani menghadapi kenyataan kehidupan (gagal, kalah, salah, dll)
                 Sementara ayat/surat madaniyah berisi: Ukhuwah, daulah, ummah, jihad, penyempurnaan. Pemahaman terhadap konsep ini akan menguatkan keistiqomah dalam pendidikan (jalan dakwah). 















0 komentar:

  • Blogger news

  • Blogroll

  • About