RSS
Facebook
Twitter

Selasa, 18 Agustus 2020

Rantai Peradaban




Menemukan makna dalam hidup telah menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap pribadi. Ada banyak cara yang telah dilakukan oleh manusia dalam usaha mereka memaknai hidup.


Kita semua membutuhkan banyak literatur dalam menjalani kehidupan yang secara kasat mata, memang sungguh misterius. Itulah sebabnya kita perlu mencari, mempelajari, dan menggunakan sebanyak-banyaknya literatur kehidupan, agar mudah-mudahan tidak terjerembab.

Pandangan hidup Islam (Islamic Worldview) menjadi salah satu alat atau bisa juga saya katakan satu-satunya alat memaknai hidup yang benar, tentu menurut keyakinan saya sebagai muslim.

Islamic Worldview adalah ilmu yang mengajari kita untuk berpikir tentang bagaimana kita memilih dan  mempertanggungjawabkan apa yang sudah kita pilih. karena bisa jadi tidak ada istilah netral dalam kehidupan kita. Netral dalam arti kita tak memilih apa-apa dan merasa kita tidak perlu mengikuti pihak/golongan/kelompok/ajaran yang mana. Semua memilikisi posisi, bisa posisi di samping kanan, kiri, atas, bawah, atau tengah sekalipun. Jadi netral itu tidak benar-benar ada, yang ada adalah posisi/ keberadaan kita terhadap apa yang kita persoalkan.

Alih-alih kita ingin mengatakan seperti ini misalnya; Saya mah urusan agama netral saja, tidak mau fanatik dengan aliran2 tertentu, mau yang pasti-pasti saja.

Terhadap pernyataan seperti diatas, kita bisa mengajukan pertanyaan seperti ini: Coba jelaskan maksud netralnya seperti apa? apa netral yang dimaksud itu belajar secukupnya, atau tidak mau mempelajari sama sekali, atau membatasi diri, atau melakukan yang dianggap bisa/suka dan meninggalkan yang sebaliknya, atau memilih-memilih panutan/ulama/guru sesuai selera. Netral yang bagaimana?  Hakekatnya ketika kita menolak satu hal, kita sedang memilih hal yang lain yang juga punya dasar.

Kehidupan diatas permukaan bumi ini, dapat dipelajari dari berbagai pendekatan teori/ informasi. Teori Evolusi Darwin menjadi salah satu rujukan ilmu pengetahuan saat ini. Selain itu, informasi lain bisa diambil dari kitab suci agama. Jika mengacu pada Al-Qur'an, maka Nabi Adam AS adalah manusia pertama yang hidup di bumi. Dan jika dihitung berdasarkan kalender masehi, maka Nabi Adam AS diperkiraan hidup pada tahun 6000 SM.

Rantai peradaban dunia hingga tahun 2020 ini (abad 21 M) tentu memiliki jejak yang sangat panjang pada setiap abadnya. Telah hidup ratusan Nabi, berdiri ribuan Kerajaan/ kekuasaan, bahkan terjadi pergantian banyak RAS dan Suku.  Sehingga jika kita ingin membangun kehidupan baru yang lebih baik, menjadi sangat penting mengenal sejarah masa lalu. Setidaknya 50% solusi sudah diselesaikan, hanya dengan mengerti sejarah.

Dari sepanjang rentang 6000 SM hingga 2020 M akhirnya kita bisa mencari tau, kapan agama-agama itu lahir, kapan tokoh tokoh berpengaruh dunia lahir, kapan teori-teori penting diciptakan, kapan peristiwa perang/penjajahan/penakhlukan terjadi. Kita akan tau abad-abad kelam/ kejayaan sebuah peradaban. Literatur yang lengkap itu, akan membantu kita memahami masalah yang terjadi, dan menjadi panduan kita membangun peradaban baru dimasa yang akan datang. Setidaknya kita memahami SWOT pada setiap peristiwa dimasa lalu.

Membahas SWOT, artinya kita menjadi tau akan kelemahan dari dalam dan atau hambatan dari luar, yang keduanya menjadi tantangan yang musti dihadapi. Tantangan itu antara lain: Lost of adab, corruption of knowledge, deislamization, and confusion. Lalu cara menghadapinya yaitu dengan; 1. Perbaiki adab, perbaiki metode studi islam, hindari fanatisme, dan proses based.





















0 komentar:

  • Blogger news

  • Blogroll

  • About